10 August 2011

Harry Potter and The Deadly Hallows (2)


Thrilling, powerfully acted, and visually dazzling, Deathly Hallows Part II brings the Harry Potter franchise to a satisfying -- and suitably magical -- conclusion.

Boy, how I love this movie so much, not because I read the book, but it was also amazing visualization. I follow the series, either the book and movie version from the very beginning. Both were pleasure me like a water in the desert. I just love it. Awesome.

I always thought, how can be a human wrote this amazing story, like a real ? Please do explain.

It was also very touching. For me at least. In the last scene, I couldn't help my tears, kind of emotional things around me. Now, I can understand why Emma Watson was crying in the premiere couple months ago.

For those who love the fiction, this one is certainly highly recommended.

14 July 2011

Beberapa hari yang lalu

Duhhh...blog ini bener2 tidak produktif, wekekke...
Ya harap maklumlah pemiliknya lagi sibuk, atau tepatnya sok sibuk.. :D eh, enggak ding.

Gini lho, beberapa bulan minggu terakhir, daku emang mengurangi acara baking di rumah. Karena apa ? Karena alergi anak2 mulai bermunculan lagi (baca : dermatitis atopic), terutama dedek Rasti. Dedek Rasti ini adalah pelanggan setiaku, setiap daku bikin kue, pasti lahap makannya. Kesian banget lho, di belakang dengkulnya, bagian lipatan itu muncul merah2 yang pasti gatel rasanya secara dia suka garuk2 bagian situ. Sudah dibawa ke dokter kulit sih, ya gitu deh...namanya alergi kan gak bisa disembuhkan, hanya bisa dicegah.

Akhirnya daku mengurangi konsumsi telor, ayam, dan dairy product. Otomatis baking agak2 tersendat. Sebenernya masih baking dikit2 sih, cuma ya bakingnya yang gampang2 (baca : yg gak gitu banyak telor & dairy productnya), dan kejar2an dengan waktu. Nah, ujung2nya males transfer hasil dapur ke blog, hehhe...secara juga daku belom tahu caranya mindah foto di BB ke PC gimana ya ? hiks, anyone knows ? :(

Padahal banyak banget cerita non baking, baik cerita hepi maupun sedih yang perlu wadah untuk menampungnya. Nanti deh ya kapan2 daku tulis secara terpisah. #ini soalnya udah mo jam pulang kantor jek :D

20 June 2011

Antara daku & Blackberry

Duluuuuuu sekali, jaman Blackberry (BB) masih baru masuk Indo, semua berlomba-lomba untuk punya BB. Apalagi setelah harga BB makin hari makin turun, makin banyaaaaak peminatnya. Tapi tidak dengan diriku saat itu.

Setelah beberapa sahabatku (bahkan hampir semuanya) memiliki BB, mereka mulai memprovokasi agar daku segera memilikinya juga. Dengan rayuan bahkan iming2, sekarang harga BB muraaah dan bisa cicil setahun sebulan cuma seratus ribu something.

Ya ya ya...

Bukannya daku tidak pengen, tapi daku belum melihat ada perlunya punya BB. Pertama, daku kerja di perusahaan penyedia jasa internet dimana internet di kantor itu unlimited dan sampai bosen internetan dari pagi sampai sore. Kedua, daku kalo sudah di rumah tidak pernah menyentuh HP. Bukan apa2, sudah gak sempat sms-an atau balas sms, sudah heboh dengan anak2. Waktu bersama anak2 kan hanya ada pagi sebelum daku berangkat kerja, dan malam setelah daku pulang kerja (minus sabtu & minggu ya). Dan yang ketiga adalah karena suamiku belum mengijinkan.

Setahun dua tahun berlalu...

Semua berawal dari asisten di rumah ngeluh bahwa keluarganya di rumah sulit dihubungi. HP yang biasa digunakan di rumah rusak, sehingga musti minjem telpon tetangganya. Trus dia tanya : "HP ibu gak dijual ? Saya mau gantiin"

Hah ?! HP bobrok gini mau dibeli ?

Setelah bicara dengan suami, belum ada keputusan apakah boleh ganti HP. Trus suatu saat pas lagi jalan ke Plaza Marina, suamiku bilang : "Mi, coba tanya2 BB yang paling murah seri apa dan harganya berapa ?"

Hah ?! gak salah neh ?

Singkat cerita, suami mengijinkan daku memiliki BB, dengan alasan bahwa HP yang sekarang biar digantiin oleh asisten, juga karena sebentar lagi daklu bakal stay at home, jadi biar daku tetap terkoneksi dengan tehnologi dan teman2. Sebenernya niatnya mau dikasihkan aja, tp berhubung ada 2 asisten di rumah, takutnya yang satu ngiri atau apalah, jadi tetep pake sistem bayar, biar adil.

Dan daku ngerasa biasa aja tuh, gak ada bedanya pakai BB atau gak pake BB. Karena begitu nyampe rumah, BB tetap ada di tas, dan acara heboh mengurus anak tetep berlanjut :))

Nah, segala sesuatu memang indah pada waktunya.

18 May 2011

Nasi Kuning


Nasi kuning ini dibuat dalam rangka ulang tahun Dedek yang ke-3...#bener2 times flies away...gak kerasa sudah 3 tahun...

Semula cuma pengen bikin nasi kuning untuk dimakan sendiri aja, sambil bagi tetangga kanan-kiri. Apadaya, banyak saran yang masuk, akhirnya malah bikin banyak, dan dikirim ke tetangga se-blok plus goodie bag-nya. Tapi pada dasarnya seruuuuu banget nyiapin ultah si dedek ini, mulai belanja goodie bag, belanja keperluan nasi kuning...bener2 menguras energi. Jadi berpikir, ini gak ngundang2 aja repotnya kayak gini apalagi kalo ngundang2 ya ?

OK, back to nasi kuning...

Daku pake stereofom box untuk tempat nasi kuningnya, alasnya dikasih daun pisang. Kenapa gak kotak ? Karena menurutku ini ultah anak kecil, kalo pake kotak kok berasa acara rapat, hihihih...
Isiannya standard aja, nasi kuning (pasti), kering tempe, telor dadar rawis, ayam goreng, timun, perkedel & kerupuk udang.

Ultahnya sih hari Jumat, tapi bikin nasi kuningnya hari sabtu, secara sekarang gak bisa cuti, jadi bisanya bikin cuma hari Sabtu. Biar gak repot, ayam goreng sudah mulai diungkep hari kamis, trus langsung masuk kulkas. Jumat bikin adonan perkedel, kering tempe, dan goreng kerupuk udang. Jadi Sabtu pagi tinggal bikin nasi kuning, telor dadar rawis, goreng ayam, goreng perkedel dan ngupas timun.

Sabtu jam 10 pagi, semua sudah selesai dan siap diantar ke para tetangga beserta goodie bag-nya. Oya goodie bag udah dikemas hari Kamis malam. Daku orangnya termasuk well prepared. Ogah keburu2.

Oya, goodie bag-nya cuma jajanan anak kecil, tapi bukan yang bikin batuk lah. Paling sebel kalo terima goodie bag yang isinya jajanan yg ber-msg-ria....gak dikasih ke anak, anak terlanjur tahu & minta, kalo dikasih itu, abis makan trus batuk...dilema jadinya :(

Anyway..

Karena seruu & fun nyiapin ultah dedek ini, kok daku jadi kepikiran untuk merayakan ultah si kakak September mendatang ya ? hmm...coba daku renungkan dulu ya...

Banana Muffin


Suatu hari, beberapa minggu kemaren...sahabat baikku menelpon :

Sahabat : "woiiii...lu mau pisang ambon gak ? gw lagi di driyorejo neh, beli pisang ambon...pisangnya bagus2.."
Daku : "ehmm...boleh boleh....tapi jangan banyak2 ya"
Sahabat : "ok, ntar arisan gw bawain"

Nah, pas arisan Serangkai Sahabat Remaja, beneran dia bawain pisangnya. Pisangnya bagus banget, gemuk2, sahabatku ini gak mau diganti duitnya, lha wong cuma Rp. 7500,- untuk sesisir pisang ambon cantik itu. Murahnyeeee...

Sampe rumah pisang itu kugantung aja, karena rencana mau dibikin banana cake. Tunggu sampe pisangnya mateng banget biar aroma kuenya wangi pisang. Nah, 2 hari kemudian, pulang kerja daku udah mau mulai nimbang bahan2 buat bikin banana cake esok paginya. Eh lha kok ternyata pisangnya tinggal 2 biji...yah, sudahlah dibuat muffin aja lah.

Esok paginya, bangun tidur langsung bikin muffinn pake resep Mba Vania (http://www.v-recipes.blogspot.com).Sukaa banget dengan resep ini, karena simpel dengan hasil yang adorable. Sayangnya anak-anak gak suka...sekarang sudah gede, sudah bisa milih rasa buah yang diinginkan. Pisang adalah salah satu buah yang paling gak laku di rumah. Akhirnya daku yang ngabisin, sambil di bawa ke kantor buat bagi2 dengan yang lain.

Daku copas resepnya ya :

BANANA MUFFIN

3 large bananas
3/4 cup white sugar
1 egg
1 tsp baking soda
1 tsp baking powder
1/2 tsp salt
1-1/2 cups all purpose flour
1/3 cup melted butter

1. Preheat oven to 180C.
Brush oil of 12 standart muffin tin or use paper cup.
2. MashBananas. Add sugar and slightly beaten egg.
Add melted butter.
Add the dry ingredients (+raisin).
Stir gently until all dry ingredients are just moistened.
Batter should look quiter lumpy.
3. Spoon batter into each muffin tin (+greated cheddar cheese on top).
Bake 20 minutes.

05 May 2011

Terpuruk Ku Disini

....let's back to the past...

Setetes embun di daun lamban bergulir
Ketika jatuh ke tanah terserap musnah
Begitupun hatiku diayun bimbang jawabmu
Terhempas dan hampa tak terkira
Mentari tersaput mega enggan bersinar
Menusuk angin ke raga jiwa gemetar
Terpuruk ku disini di peluk bimbang sikapmu
Membeku dan sara tak terkira........
Tak terkira
Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa
Terhempas bimbang sikapmu
Terpuruk ku disini
Di pelukanbimbang jawabmu
Membeku dan sara tak terkira......
Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa
Terhempas bimbang sikapmu
Menggigil palung hati
Di pelukan bimbang jawabmu
Terpuruk ku disini
Dihempas bimbang sikapmu
Membeku dan sara tak terkira

11 April 2011

Bayi sehat ibu hemat :)

Berpengalaman dengan 2 anak yang mempunyai riwayat alergi, membuatku semangat 45 pada saat anak2 memasuki usia 6 bulan. Yup, itu saat daku bisa memberikan makanan selain susu formula (hiks, anakku hanya ASI 3 bulan saja). Nah, karena ada beberapa teman yang menanyakan resep membuat Mpasi homemade, jadi disini daku share ya resepnya. Tapi musti diingat bahwa semua yang daku tulis disini berdasarkan pengalaman pribadi memberikan makanan pada anak2ku. Jadi silahkan jika ingin divariasi dengan resepnya sendiri.

BAYI USIA 6 – 7 BULAN

Pada usia ini, bayi mulai mengenal makanan lain selain ASI / susu formula. Dalam fase inilah bayi belajar mengenal rasa dan makanan padat. Pada awal2 pemberian makanan padat, kadang2 bayi suka menolak makanan yang diberikan. Tapi jangan salah, bukan karena bayi tidak suka melainkan karena dia masih belajar mengenal rasa. Oleh karena itu agar otak bayi merekam rasa dari masing2 makanan dengan baik, dianjurkan untuk memberikan makanan yang sama selama 3 hari berturut2.

Meskipun sudah mulai mengenal makanan padat, tetap yang utama adalah ASI. Jadi tetep kasih ASI yang banyak ya.

Contoh jadwal pemberian makanan pada bayi umur 6-7 bulan sbb :

08.00 : Makan pagi dengan bubur susu dengan tekstur encer hampir menyerupai susu tapi lebih kental
Boleh divariasi dengan biscuit bayi yang diencerkan dengan ASI
11.00 : Pisang yang dikerok
16.00 : Bubur susu rasa buah / sayuran

Diluar jadwal tersebut diatas, bayi tetap diberikan ASI atau susu formula.

Nah, agar bayi mendapatkan nutrisi gizi yang baik, sebaiknya berikan makanan pendamping ASI yang dibuat sendiri atau homemade. Gampang kok bikinnya. Yuk diintip :)

KALDU HOMEMADE
Bahan :
1 ekor ayam kampung utuh atau daging (atau kalo nggak pakai ceker / kepala ayam / sayap atau tulang2 ayam)
Bawang bombay, iris jadi 3
Wortel kupas, potong 2
Prei seledri, ikat jadi satu
2 liter air

Cara :
1.Didihkan air, masukkan 1 ekor ayam kampung, masak dengan api kecil hingga mendidih.
2.Masukkan bawang bombay, wortel dan prei seledri, masak lagi dengan api kecil hingga air kaldu tinggal separonya.

NOTE : Kaldu ini bisa digunakan untuk kuah berbagai macam bubur. Rasanya gurih segar karena ada wortelnya.


BUBUR BERAS PUTIH / BERAS MERAH / KACANG HIJAU
Bahan :
250 gr beras putih / beras merah / kacang ijo

Cara membuat :
1.Cuci bahan hingga bersih, tiriskan, jemur hingga kering, sangrai hingga setengah matang, blender halus, saring. Atau jika ada penggilingan tepung dekat rumah, giling bahan yang sdh disangrai.
2.Masukkan toples, tutup rapat.

BUBUR RASA BUAH
Bahan :
1-2 sendok makan tepung beras putih (atau tepung beras merah)
Air matang secukupnya
1 buah pisang dikerok ( bisa diganti pepaya, alpukat)

Cara :
1.Campur tepung dan air, aduk hingga rata
2.Jerang diatas kompor dg api kecil sambil diaduk2 hingga mengental meletup2.
3.Masukkan pisang yang sudah dikerok ke dalam bubur, aduk rata
4.Berikan selagi hangat

PUREE KENTANG
Bahan :
1 buah kentang ukuran sedang
ASI atau susu formula

Cara :
1.Rebus / kukus kentang hingga lunak
2.Haluskan kentang dg saringan kawat
3.Tuang ASI atau susu formula secukupnya ke dalam kentang halus hingga teksture kentang menyerupai bubur.
4.Sajikan hangat

Note : Jika bayi umur 7 bulan keatas, puree kentang bisa divariasikan dengan brokoli / wortel atau sayuran lainnya dengan cara yang sama.

BUBUR KACANG IJO
Bahan :
1-2 sdm tepung kacang ijo
labu kuning

Cara :
1.Rebus / kukus labu kuning hingga lunak, haluskan
2.Campur tepung kacang ijo dengan air, aduk rata
3.Jerang diatas kompor dg api kecil sambil diaduk2 hingga mengental meletup2
4.Masukkan labu kuning yang sudah dihaluskan ke dalam bubur, aduk rata
5.Berikan selagi hangat


BAYI USIA 7-9 BULAN

Bayi umur 7 bulan sudah boleh mulai makan nasi tim, tapi masih tim lembut ya. Sayuran juga masih disaring halus. Untuk selingan boleh diberikan sari jeruk / tomat / wortel atau finger food seperti biscuit bayi atau wortel yang direbus dan dipotong panjang atau buah2an seperti apel, melon ataupun pepaya.

Sebaiknya di bawah 1 tahun, jangan memberikan garam atau gula atau bahan perasa makanan ke dalam makanan bayi. Gunakan bahan2 alami dari sayur dan buah untuk memberikan rasa manis, asam, asin.

Rasa manis bisa didapat dari jagung manis dan labu kuning. Rasa asin bisa didapat dari kaldu ayam dan daging, dan rasa asam bisa didapat dari tomat ataupun apel.

Contoh jadwal pemberian makan bayi umur 7-9 bulan :

08.00 : Makan pagi bubur kacang ijo & labu kuning
10.00 : Buah : pisang / apel kukus / pepaya / pear kukus / alpukat
12.00 : Makan siang nasi tim sayur bayam
15.00 : Sari jeruk manis / sari wortel / sari tomat
16.00 : Makan sore nasi tim / bubur sayuran

NASI TIM
Bahan :
Beras secukupnya
Ceker ayam kampung (atau ayam biasa juga boleh)
Air secukupnya (hingga mendapat teksture nasi tim yang diinginkan)

Cara :
Campur semua bahan, masak dengan api kecil hingga beras menjadi nasi lembut. Angkat, dinginkan.

NASI TIM SAYUR BAYAM
Bahan :
1-2 sdm nasi tim
Bayam secukupnya
Gambas secukupnya, potong2
Tahu putih iris kotak
Kunci, keprak
Bawang merah, iris

Cara :
1.Panaskan air hingga mendidih, masukkan kunci, bawang merah, gambas, dan tahu. Masak dengan api kecil hingga wangi bau kunci dan tahu matang.
2.Rebus bayam di tempat terpisah (sebaiknya rebus bayam secukupnya untuk sekali makan karena bayam tidak tahan lama)

Penyajian :
1.Tuang nasi tim ke dalam saringan kawat, haluskan dan ambil bagian yang lembut. Tuang ke dalam mangkuk.
2.Haluskan bayam, gambas dan tahu dengan saringan kawat, ambil bagian bawah saringan. Masukkan ke dalam nasi tim yang sudah disaring.
3.Tuang kuah sayur, aduk rata
4.Sajikan hangat

NASI TIM SAYUR ASEM
Bahan :
1-2 sdm nasi tim
Kangkung secukupnya
Manisa, potong2
Tempe iris kotak
Tomat, iris
Bawang merah, iris
Bawang putih iris
Salam & Laos secukupnya

Cara :
1.Panaskan air hingga mendidih, masukkan semua bahan kecuali nasi tim & kangkung.
2.Masak dengan api kecil hingga semua bahan matang.
3.Rebus kangkung di tempat terpisah

Penyajian :
1.Tuang nasi tim ke dalam saringan kawat, haluskan dan ambil bagian yang lembut. Tuang ke dalam mangkuk.
2.Haluskan kangkung, manisa, tempe, tomat dengan saringan kawat, ambil bagian bawah saringan.
Masukkan ke dalam nasi tim yang sudah disaring.
3.Tuang kuah sayur, aduk rata
4.Sajikan hangat

NASI TIM SUP SAYURAN
Bahan :
1-2 sdm nasi tim
Ceker ayam / dada
Bawang bombay, iris
Prei seledri, iris
Wortel secukupnya

Cara :
1.Panaskan air hingga mendidih, masukkan ceker atau dada ayam, masak hingga ayam lunak
2.Masukkan bawang bombay & wortel,masak hingga wortel empuk
3.Masukkan prei seledri, masak hingga mendidih

Penyajian :
1.Tuang nasi tim ke dalam saringan kawat, haluskan dan ambil bagian yang lembut. Tuang ke dalam mangkuk.
2.Haluskan wortel & ayam dengan saringan kawat.
3.Masukkan ke dalam nasi tim, tuang kuah sayur, aduk rata

NOTE :
Lauk bisa diganti tempe, ati ayam / sapi, atau ikan.
Sayuran boleh diganti / ditambah

SARI JERUK
Bahan :
1 buah jeruk baby pacitan
5-7 sdm air matang hangat

Cara :
1.Peras jeruk baby pacitan
2.Campur air hangat, aduk rata
3.Siap diberikan pada bayi

SARI TOMAT
Bahan :
1 buah tomat buah matang
Beberapa potong pepaya kupas
Air secukupnya

Cara :
1.Rebus air hingga mendidih, matikan api.
2.Masukkan tomat ke dalam rebusan air, tutup panci selama 10-15 menit hingga kulit tomat mengelupas
3.Kupas kulit tomat, dan buang bijinya.
4.Ambil daging buah tomat, campur dengan pepaya yang sudah dihaluskan, aduk rata.
5.Siap diberikan pada bayi

SARI WORTEL
Bahan :
1/2 buah wortel merah
1 buah pir xiang lie

Cara :
1.Kupas wortel, cuci bersih dan parut. Peras airnya.
2.Kupas pir, cuci bersih dan parut. Peras airnya.
3.Campur air wortel & air pir, aduk rata
4.Siap diberikan pada bayi.


BAYI USIA 9-12 BULAN

Pada dasarnya jenis makanannya sama dengan bayi umur 7-9 bulan, hanya saja teksturenya dibuat lebih kasar. Sayuran boleh dicoba potong kotak2 kecil agar bayi belajar mengunyah untuk membantu pertumbuhan giginya.

Diatas usia 12 bulan, seharusnya bayi sudah mulai bisa makan nasi tim tanpa dihaluskan. Dan secara bertahap bisa mulai gabung menu dengan orang dewasa, tentu saja tidak termasuk masakan yang pedas atau asem sekali :)

Contoh jadwal makan bayi usia 9-12 bulan sbb :

08.00 : Makan pagi, puree kentang brokoli
10.00 : Buah (bisa sari buah atau dlm bentuk finger food)
12.00 : Nasi tim + sayur + lauk
15.00 : Cemilan : biscuit / wortel rebus
17.00 : Nasi tim + sayur + lauk

Nah, mudah bukan membuatnya ? #siscautomomodeon..hihihi#