Eh..eh...kalo males baca, coba baca kalimat terakhir aja di post yang ini :D
It's 3 am here..
Beginilah kalo tidur kecepeten, malam2 jam 1 kebangun, gak bisa tidur lagi. Abis sholat malam trus langsung melalang buana ke dunia maya. Trus kepikir untuk update blog yang sudah lama tersentuh.
Well, bener banget jika ada yang mengatakan menjadi ibu rumah tangga itu jauhhh lebih sibuk dibanding menjalani profesi yang lain. Dari pagi sampai malam gak berhenti kerjanya. Salut dengan para wanita yang stay at home :-)
Beberapa minggu setelah resign, tepatnya abis lebaran, kakak iparku nawari untuk join kerja di Manulife Financial. Pada tau kan perusahaan apa itu ? Ya bener, perusahaan asuransi. Training 3 hari, lanjut ujian, dan lanjut selling dong tentunya...
Enaknya, gak perlu ngantor tiap hari, bisa dikerjakan dari rumah. Kalo mau ngantor ya ngantor, itupun paling hanya beberapa jam. Yang jelas, daku bisa ngatur waktu dengan anak2, malahan kayaknya tetep lebih banyak waktu dg anak2 dibanding jualannya....hehheh...
Tentu dong ya suamiku mendukung, jika beliau tidak mendukung, pastilah daku juga gak akan di bisnis ini. Goalku bukan yang muluk2 kok, aku cuma pengen tetap terconnect dengan dunia luar dalam konteks kerja yang akan mengasah otakku untuk tetap berpikir. Jadi gak ngoyo lah ya. Itung2 belajar untuk menjadi pengusaha ;-) Plus membantu teman atau sodara untuk sadar akan pentingnya asuransi.
Btw, sudah punya asuransi belom ?? :-D
Showing posts with label Cerita-ku. Show all posts
Showing posts with label Cerita-ku. Show all posts
25 October 2011
25 August 2011
Stay at home
Akhirnya setelah sekian lama kerja kantoran, mulai besok sudah gak ngantor lagi...wekekkeek...
Ya sodara2, daku memutuskan untuk stay at home ngurus anak2 di rumah. Sebenernya niat ini sudah lamaaa sekali, sejak 3 tahun yang lalu. Apa daya masih banyak tanggungan sana sini sehingga baru hari ini niat itu terwujud.
Berat-kah meninggalkan dunia kerja? Jawabanku :enggak tuh...:D
Gini loh, daku ini sudah kerja sejak lulus kuliah, sudah 12 tahunan lebih. Mungkin belum seberapa dibanding yang lain yang masa kerjanya puluhan tahun. Tapi,daku sudah puasss kerja sekian lama itu. Puas mengaplikasikan pendidikanku, puas ngerasain hasil keringat sendiri, puas ngemall siang2...hihihi...
Ada hal lain yang perlu diperhatikan sekarang, yaitu anak-anak. Mereka adalah tujuan hidupku sekarang, membesarkan dan mendidik mereka dengan baik, in so many ways.
Banyak hal yang akan berubah,terutama dalam sisi finansial. Mulai harus berhemat, harus bisa mengatur keuangan dengan lebih baik lagi. Itu adalah konsekuensi dari sebuah pilihan. Kenyamanan yang selama ini kudapatkan akan berkurang, tapi kenikmatan yang lain akan lebih kudapatkan yaitu bisa meluk anak2 setiap saat. Dan yang jelas mereka akan lebih bahagia dengan adanya ibunya di rumah.
So, my new journey has just begin. I believe this is the best for me.
Ya sodara2, daku memutuskan untuk stay at home ngurus anak2 di rumah. Sebenernya niat ini sudah lamaaa sekali, sejak 3 tahun yang lalu. Apa daya masih banyak tanggungan sana sini sehingga baru hari ini niat itu terwujud.
Berat-kah meninggalkan dunia kerja? Jawabanku :enggak tuh...:D
Gini loh, daku ini sudah kerja sejak lulus kuliah, sudah 12 tahunan lebih. Mungkin belum seberapa dibanding yang lain yang masa kerjanya puluhan tahun. Tapi,daku sudah puasss kerja sekian lama itu. Puas mengaplikasikan pendidikanku, puas ngerasain hasil keringat sendiri, puas ngemall siang2...hihihi...
Ada hal lain yang perlu diperhatikan sekarang, yaitu anak-anak. Mereka adalah tujuan hidupku sekarang, membesarkan dan mendidik mereka dengan baik, in so many ways.
Banyak hal yang akan berubah,terutama dalam sisi finansial. Mulai harus berhemat, harus bisa mengatur keuangan dengan lebih baik lagi. Itu adalah konsekuensi dari sebuah pilihan. Kenyamanan yang selama ini kudapatkan akan berkurang, tapi kenikmatan yang lain akan lebih kudapatkan yaitu bisa meluk anak2 setiap saat. Dan yang jelas mereka akan lebih bahagia dengan adanya ibunya di rumah.
So, my new journey has just begin. I believe this is the best for me.
14 July 2011
Beberapa hari yang lalu
Duhhh...blog ini bener2 tidak produktif, wekekke...
Ya harap maklumlah pemiliknya lagi sibuk, atau tepatnya sok sibuk.. :D eh, enggak ding.
Gini lho, beberapa bulan minggu terakhir, daku emang mengurangi acara baking di rumah. Karena apa ? Karena alergi anak2 mulai bermunculan lagi (baca : dermatitis atopic), terutama dedek Rasti. Dedek Rasti ini adalah pelanggan setiaku, setiap daku bikin kue, pasti lahap makannya. Kesian banget lho, di belakang dengkulnya, bagian lipatan itu muncul merah2 yang pasti gatel rasanya secara dia suka garuk2 bagian situ. Sudah dibawa ke dokter kulit sih, ya gitu deh...namanya alergi kan gak bisa disembuhkan, hanya bisa dicegah.
Akhirnya daku mengurangi konsumsi telor, ayam, dan dairy product. Otomatis baking agak2 tersendat. Sebenernya masih baking dikit2 sih, cuma ya bakingnya yang gampang2 (baca : yg gak gitu banyak telor & dairy productnya), dan kejar2an dengan waktu. Nah, ujung2nya males transfer hasil dapur ke blog, hehhe...secara juga daku belom tahu caranya mindah foto di BB ke PC gimana ya ? hiks, anyone knows ? :(
Padahal banyak banget cerita non baking, baik cerita hepi maupun sedih yang perlu wadah untuk menampungnya. Nanti deh ya kapan2 daku tulis secara terpisah. #ini soalnya udah mo jam pulang kantor jek :D
Ya harap maklumlah pemiliknya lagi sibuk, atau tepatnya sok sibuk.. :D eh, enggak ding.
Gini lho, beberapa bulan minggu terakhir, daku emang mengurangi acara baking di rumah. Karena apa ? Karena alergi anak2 mulai bermunculan lagi (baca : dermatitis atopic), terutama dedek Rasti. Dedek Rasti ini adalah pelanggan setiaku, setiap daku bikin kue, pasti lahap makannya. Kesian banget lho, di belakang dengkulnya, bagian lipatan itu muncul merah2 yang pasti gatel rasanya secara dia suka garuk2 bagian situ. Sudah dibawa ke dokter kulit sih, ya gitu deh...namanya alergi kan gak bisa disembuhkan, hanya bisa dicegah.
Akhirnya daku mengurangi konsumsi telor, ayam, dan dairy product. Otomatis baking agak2 tersendat. Sebenernya masih baking dikit2 sih, cuma ya bakingnya yang gampang2 (baca : yg gak gitu banyak telor & dairy productnya), dan kejar2an dengan waktu. Nah, ujung2nya males transfer hasil dapur ke blog, hehhe...secara juga daku belom tahu caranya mindah foto di BB ke PC gimana ya ? hiks, anyone knows ? :(
Padahal banyak banget cerita non baking, baik cerita hepi maupun sedih yang perlu wadah untuk menampungnya. Nanti deh ya kapan2 daku tulis secara terpisah. #ini soalnya udah mo jam pulang kantor jek :D
20 June 2011
Antara daku & Blackberry
Duluuuuuu sekali, jaman Blackberry (BB) masih baru masuk Indo, semua berlomba-lomba untuk punya BB. Apalagi setelah harga BB makin hari makin turun, makin banyaaaaak peminatnya. Tapi tidak dengan diriku saat itu.
Setelah beberapa sahabatku (bahkan hampir semuanya) memiliki BB, mereka mulai memprovokasi agar daku segera memilikinya juga. Dengan rayuan bahkan iming2, sekarang harga BB muraaah dan bisa cicil setahun sebulan cuma seratus ribu something.
Ya ya ya...
Bukannya daku tidak pengen, tapi daku belum melihat ada perlunya punya BB. Pertama, daku kerja di perusahaan penyedia jasa internet dimana internet di kantor itu unlimited dan sampai bosen internetan dari pagi sampai sore. Kedua, daku kalo sudah di rumah tidak pernah menyentuh HP. Bukan apa2, sudah gak sempat sms-an atau balas sms, sudah heboh dengan anak2. Waktu bersama anak2 kan hanya ada pagi sebelum daku berangkat kerja, dan malam setelah daku pulang kerja (minus sabtu & minggu ya). Dan yang ketiga adalah karena suamiku belum mengijinkan.
Setahun dua tahun berlalu...
Semua berawal dari asisten di rumah ngeluh bahwa keluarganya di rumah sulit dihubungi. HP yang biasa digunakan di rumah rusak, sehingga musti minjem telpon tetangganya. Trus dia tanya : "HP ibu gak dijual ? Saya mau gantiin"
Hah ?! HP bobrok gini mau dibeli ?
Setelah bicara dengan suami, belum ada keputusan apakah boleh ganti HP. Trus suatu saat pas lagi jalan ke Plaza Marina, suamiku bilang : "Mi, coba tanya2 BB yang paling murah seri apa dan harganya berapa ?"
Hah ?! gak salah neh ?
Singkat cerita, suami mengijinkan daku memiliki BB, dengan alasan bahwa HP yang sekarang biar digantiin oleh asisten, juga karena sebentar lagi daklu bakal stay at home, jadi biar daku tetap terkoneksi dengan tehnologi dan teman2. Sebenernya niatnya mau dikasihkan aja, tp berhubung ada 2 asisten di rumah, takutnya yang satu ngiri atau apalah, jadi tetep pake sistem bayar, biar adil.
Dan daku ngerasa biasa aja tuh, gak ada bedanya pakai BB atau gak pake BB. Karena begitu nyampe rumah, BB tetap ada di tas, dan acara heboh mengurus anak tetep berlanjut :))
Nah, segala sesuatu memang indah pada waktunya.
Setelah beberapa sahabatku (bahkan hampir semuanya) memiliki BB, mereka mulai memprovokasi agar daku segera memilikinya juga. Dengan rayuan bahkan iming2, sekarang harga BB muraaah dan bisa cicil setahun sebulan cuma seratus ribu something.
Ya ya ya...
Bukannya daku tidak pengen, tapi daku belum melihat ada perlunya punya BB. Pertama, daku kerja di perusahaan penyedia jasa internet dimana internet di kantor itu unlimited dan sampai bosen internetan dari pagi sampai sore. Kedua, daku kalo sudah di rumah tidak pernah menyentuh HP. Bukan apa2, sudah gak sempat sms-an atau balas sms, sudah heboh dengan anak2. Waktu bersama anak2 kan hanya ada pagi sebelum daku berangkat kerja, dan malam setelah daku pulang kerja (minus sabtu & minggu ya). Dan yang ketiga adalah karena suamiku belum mengijinkan.
Setahun dua tahun berlalu...
Semua berawal dari asisten di rumah ngeluh bahwa keluarganya di rumah sulit dihubungi. HP yang biasa digunakan di rumah rusak, sehingga musti minjem telpon tetangganya. Trus dia tanya : "HP ibu gak dijual ? Saya mau gantiin"
Hah ?! HP bobrok gini mau dibeli ?
Setelah bicara dengan suami, belum ada keputusan apakah boleh ganti HP. Trus suatu saat pas lagi jalan ke Plaza Marina, suamiku bilang : "Mi, coba tanya2 BB yang paling murah seri apa dan harganya berapa ?"
Hah ?! gak salah neh ?
Singkat cerita, suami mengijinkan daku memiliki BB, dengan alasan bahwa HP yang sekarang biar digantiin oleh asisten, juga karena sebentar lagi daklu bakal stay at home, jadi biar daku tetap terkoneksi dengan tehnologi dan teman2. Sebenernya niatnya mau dikasihkan aja, tp berhubung ada 2 asisten di rumah, takutnya yang satu ngiri atau apalah, jadi tetep pake sistem bayar, biar adil.
Dan daku ngerasa biasa aja tuh, gak ada bedanya pakai BB atau gak pake BB. Karena begitu nyampe rumah, BB tetap ada di tas, dan acara heboh mengurus anak tetep berlanjut :))
Nah, segala sesuatu memang indah pada waktunya.
05 May 2011
Terpuruk Ku Disini
....let's back to the past...
Setetes embun di daun lamban bergulir
Ketika jatuh ke tanah terserap musnah
Begitupun hatiku diayun bimbang jawabmu
Terhempas dan hampa tak terkira
Mentari tersaput mega enggan bersinar
Menusuk angin ke raga jiwa gemetar
Terpuruk ku disini di peluk bimbang sikapmu
Membeku dan sara tak terkira........
Tak terkira
Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa
Terhempas bimbang sikapmu
Terpuruk ku disini
Di pelukanbimbang jawabmu
Membeku dan sara tak terkira......
Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa
Terhempas bimbang sikapmu
Menggigil palung hati
Di pelukan bimbang jawabmu
Terpuruk ku disini
Dihempas bimbang sikapmu
Membeku dan sara tak terkira
Setetes embun di daun lamban bergulir
Ketika jatuh ke tanah terserap musnah
Begitupun hatiku diayun bimbang jawabmu
Terhempas dan hampa tak terkira
Mentari tersaput mega enggan bersinar
Menusuk angin ke raga jiwa gemetar
Terpuruk ku disini di peluk bimbang sikapmu
Membeku dan sara tak terkira........
Tak terkira
Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa
Terhempas bimbang sikapmu
Terpuruk ku disini
Di pelukanbimbang jawabmu
Membeku dan sara tak terkira......
Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa
Terhempas bimbang sikapmu
Menggigil palung hati
Di pelukan bimbang jawabmu
Terpuruk ku disini
Dihempas bimbang sikapmu
Membeku dan sara tak terkira
30 November 2010
Serangkai Sahabat Remaja
Hihihihi...judulnya aduhai banget ya.
Daku punya beberapa sahabat dekat, yang sudah seperti keluarga sendiri. Salah satunya genk Espass ini, yang terdiri dari 10 orang, 7 di Sby (daku-Medi-Nath-Jajuk-Ratna-Heni-Tary), satu di Semarang (Puri), satu di Bandung (Dita) dan satu lagi di Spain (Erika).
Disebut genk Espass, karena kita dulu suka jalan bareng naik Espass Ungu si Dita. Kita nih sudah bersahabat mulai awal masuk kuliah hingga sekarang. Cerita seru, sedih, bahagia bahkan nista pun kamu lalui bersama. Yang ajaib, kita bahkan seperti sudah ditakdirkan untuk bersahabat satu sama lain, dengan selera humor yang sama, dengan pola pemikiran yang sama, bahkan dengan hobi yang sama pula (baca : hobi jalan, makan, shopping, traveling dan yang baru2 ini adalah baking.)
Dulu jaman kuliah, tiada hari tanpa ketemu dan nongkrong bareng. Maklumlah, jaman belum pada punya beban kehidupan kekke... Setelah lulus kuliah pun kita masih suka ngumpul, tapi lambat laun seiring beberapa sudah pada menikah, punya anak, kerja, bahkan ada yang pindah keluar kota bahkan keluar negeri, membuat kami jarang berkumpul. Paling hanya telpon, sms atau email.
Nah, agar kita tetep terhubung satu sama lain, akhirnya ditetapkan setiap bulan wajib ketemuan. Biar lebih seru, ketemuannya dibumbui acara arisan. Jadi selain nongkrong juga menabung gitu. Dan biar serunya double, kita adakan acara arisan di luar rumah, after office hours, dan member only alias gak boleh bawa pasangan ataupun anak, kecuali kepepet. Acara bulanan ini juga bikin kita bisa nyobain resto2 baru yang ada di Sby, saling curhat, dan berbagi informasi tentang banyak hal.
Seyogyanya acara bulanan ini dihelat setiap Jumat minggu pertama setiap bulannya. Tapi karena Dita datang dari Bandung, untuk Bulan Desember ini kita ajukan di Bulan November. Kali ini TKP-nya di Boncafe Pregolan. Yang seru kali ini kita sempet foto bareng2 dengan muka2 manis alias belum lecek..hihihi...
Everybody happy, everybody lovely...
28 October 2010
Balada seorang ibu yang kena gusur
Judulnya panjang bener yak...
OK, ini cerita dari angkot lagi.
Hari senin kemaren, dalam perjalanan ke kantor, di dalam angkot ada seorang Ibu yang bertanya pada salah seorang penumpang yang duduk di depannya.
Ibu : "Bemo ini lewat kusuma bangsa ya mba ?"
Mbak : "Iya bu lewat."
Ibu : "Mbak-nya turun setelah kusuma bangsa atau sebelum kusuma bangsa ?"
Mbak : "Oh, saya sebelum kusuma bangsa bu. Ibu mau kemana ?"
Ibu : "Saya mau ke kotamadya, mau ketemu bu risma" (bu risma = walikota sby sekarang)
Mbak : "Ibu sudah ada janji kah dg Ibu Risma ?"
Ibu : "Memang harus bikin janji dulu ya ya mbak ?"
Mbak : "Sebaiknya begitu, bu"
Si Ibu langsung diam, trus tanpa diminta beliau bercerita :
"Saya ini mau minta tolong sama Bu Risma, rumah saya kena gusur PJKA. Saya tahu memang cepat atau lambat saya akan kena gusur, tapi wong pembangunan rel kereta api itu masih lama, kenapa digusur sekarang ? Dan kok yang kena gusur tidak semua ? hanya saya dan beberapa tetangga saya, yang lainnya tidak digusur. Ini kan tidak adil. Tiap malam saya tidak bisa tidur jagain rumah saya dari para pemulung yang ambil barang2 dari bekas gusuran...."
Semua orang di angkot terdiam. Saya yakin pada menyimak cerita Ibu tadi, sekaligus tidak tahu harus berkomentar apa. Termasuk saya.
Nenek2 yang duduk sebelah kiri si Ibu bertanya kenapa kok Ibu pergi sendiri, kok anaknya gak nganterin ?
"Anak saya sedang kerja. Dia juga kasian, barusan di PHK tanpa pesangon. Dia satu2nya tulang punggung keluarga kami. Saya terima uang pensiun tapi nilainya kecil sekali, kalo rumah saya digusur, berarti saya harus segera cari tempat tinggal lain "
Ya Allah, kasian banget si Ibu.
Daku tidak tahu kelanjutan cerita si Ibu, karena harus turun dari angkot. Sambil jalan menuju kantor, daku mikir, apakah si ibu bisa ketemu Bu Risma ? Apakah si anak dapat kerjaan baru ?
- cerita ini selalu kuceritakan ke teman2ku yg lain, tiap kali selesai cerita selalu ada rasa haru, selalu ada doa semoga si Ibu dan keluarganya diberikan kekuatan dan sabar ngadepi cobaan ini. -
OK, ini cerita dari angkot lagi.
Hari senin kemaren, dalam perjalanan ke kantor, di dalam angkot ada seorang Ibu yang bertanya pada salah seorang penumpang yang duduk di depannya.
Ibu : "Bemo ini lewat kusuma bangsa ya mba ?"
Mbak : "Iya bu lewat."
Ibu : "Mbak-nya turun setelah kusuma bangsa atau sebelum kusuma bangsa ?"
Mbak : "Oh, saya sebelum kusuma bangsa bu. Ibu mau kemana ?"
Ibu : "Saya mau ke kotamadya, mau ketemu bu risma" (bu risma = walikota sby sekarang)
Mbak : "Ibu sudah ada janji kah dg Ibu Risma ?"
Ibu : "Memang harus bikin janji dulu ya ya mbak ?"
Mbak : "Sebaiknya begitu, bu"
Si Ibu langsung diam, trus tanpa diminta beliau bercerita :
"Saya ini mau minta tolong sama Bu Risma, rumah saya kena gusur PJKA. Saya tahu memang cepat atau lambat saya akan kena gusur, tapi wong pembangunan rel kereta api itu masih lama, kenapa digusur sekarang ? Dan kok yang kena gusur tidak semua ? hanya saya dan beberapa tetangga saya, yang lainnya tidak digusur. Ini kan tidak adil. Tiap malam saya tidak bisa tidur jagain rumah saya dari para pemulung yang ambil barang2 dari bekas gusuran...."
Semua orang di angkot terdiam. Saya yakin pada menyimak cerita Ibu tadi, sekaligus tidak tahu harus berkomentar apa. Termasuk saya.
Nenek2 yang duduk sebelah kiri si Ibu bertanya kenapa kok Ibu pergi sendiri, kok anaknya gak nganterin ?
"Anak saya sedang kerja. Dia juga kasian, barusan di PHK tanpa pesangon. Dia satu2nya tulang punggung keluarga kami. Saya terima uang pensiun tapi nilainya kecil sekali, kalo rumah saya digusur, berarti saya harus segera cari tempat tinggal lain "
Ya Allah, kasian banget si Ibu.
Daku tidak tahu kelanjutan cerita si Ibu, karena harus turun dari angkot. Sambil jalan menuju kantor, daku mikir, apakah si ibu bisa ketemu Bu Risma ? Apakah si anak dapat kerjaan baru ?
- cerita ini selalu kuceritakan ke teman2ku yg lain, tiap kali selesai cerita selalu ada rasa haru, selalu ada doa semoga si Ibu dan keluarganya diberikan kekuatan dan sabar ngadepi cobaan ini. -
12 October 2010
Ultah Kakak
20 September 2010
Lebaran 2010
Akhirnyaaaaaa....ngantor lagi...huhuhu....setelah libur lebaran mulai 08-17 September 2010, hari ini ngantor lagi. Suasana kantor masih sepiiii...masih banyak yang belum balik dari mudik. Ini semua staffnya pemilik saham, jadi boleh libur sesuka hati, hehhehe...
Anyway,
Alhamdulilah tahun ini daku masih bisa menikmati ramadhan dan lebaran bersama keluarga. Tradisi lebaran adalah mudik ke rumah mertua di Madiun. Kali ini mudiknya rame2, alias rombongan surabaya mampir dulu ke kediri ke rumah adik iparku, baru dilanjut mudik bareng. Seruuuu...! Yang lebih seru lagi karena kita mudiknya malam2, jalanan udah mulai rada2 padat, yang nyetir udah kecapaian, jadinya ngebut bikin jantung deg2an. Alhamdulilah selamat sampai tujuan.
Lebaran kali ini membawa banyak hikmah bagi keluarga besar kami. Ada beberapa musibah diawal ramadhan, juga menjelang lebaran. Tapi setiap cobaan & musibah selalu membawa hikmah. Alhamdulilah berbagai "perang dingin" mulai mencair dan masih banyak hikmah lainnya yang tidak dapat daku sebutkan satu2 disini.
Alhamdulilah, asisten rumah tangga yang sudah setia selama 5 tahun tetap kembali bekerja tepat waktu, jadi nyonya rumah masih bisa ngejar setoran...hehehhe...
Banyak hal2 baik yang terjadi selama ramadhan dan lebaran tahun ini. Alhamdulilah.
Anyway,
Alhamdulilah tahun ini daku masih bisa menikmati ramadhan dan lebaran bersama keluarga. Tradisi lebaran adalah mudik ke rumah mertua di Madiun. Kali ini mudiknya rame2, alias rombongan surabaya mampir dulu ke kediri ke rumah adik iparku, baru dilanjut mudik bareng. Seruuuu...! Yang lebih seru lagi karena kita mudiknya malam2, jalanan udah mulai rada2 padat, yang nyetir udah kecapaian, jadinya ngebut bikin jantung deg2an. Alhamdulilah selamat sampai tujuan.
Lebaran kali ini membawa banyak hikmah bagi keluarga besar kami. Ada beberapa musibah diawal ramadhan, juga menjelang lebaran. Tapi setiap cobaan & musibah selalu membawa hikmah. Alhamdulilah berbagai "perang dingin" mulai mencair dan masih banyak hikmah lainnya yang tidak dapat daku sebutkan satu2 disini.
Alhamdulilah, asisten rumah tangga yang sudah setia selama 5 tahun tetap kembali bekerja tepat waktu, jadi nyonya rumah masih bisa ngejar setoran...hehehhe...
Banyak hal2 baik yang terjadi selama ramadhan dan lebaran tahun ini. Alhamdulilah.
20 July 2010
Curhat seorang bapak
Rumahku jauh di pinggiran Surabaya-Sidoarjo. Tiap hari berangkat kerja menggunakan angkutan umum, mulai bison-bus-bemo (mana yang lebih dulu available). Jarak tempuh rumah-kantor kurang lebih 1 jam-an lah. Buat mereka yang hidup di Jakarta waktu 1 jam masih hitungan dekat, tapi buat kami di Surabaya jarak tempuh 1 jam dari rumah-kantor dapat diartikan bahwa : RUMAHNYA JAUH.
Oh, well.
Teman2ku suka pada kasian ngeliat aku tiap hari harus naik turun angkutan umum. Pernah saking kasiannya, pas aku lagi hamil anak pertama, ada seorang teman yang rela menjemputku pulang kerja dan mengantarku pulang sampai rumah dengan selamat tak kurang apa.
Padahal naik angkutan umum itu menyenangkan lho. Banyak cerita2 lucu, sedih atau mengharukan setiap harinya. Aku kadang suka senyum2 sendiri kalo mendengar siswi2 SMP atau SMA saling curhat mengenai teman kelas yang disukainya atau tentang guru2 yang menyebalkan, juga tentang rencana bolos sekolah.
Lain hari, ada seorang bapak yang mengeluh ke temannya mengenai biaya masuk STM (setara SMA) yang mahal. Tidak bermaksud menguping tapi kurang lebih begini percakapannya :
Bapak : "Aku barusan bayar sekolah anakku yang besar,langsung klenger"
Teman : "Masuk sekolah apa ?"
Bapak : "STM. Maunya sampai SMP saja, tapi nggak aku kasih. Biarpun aku harus banting tulang cari
duit untuk biaya masuk sekolah, gak papa. Yang penting anakku sekolah. Mosok bapaknya cuma lulusan SD, anaknya juga cuma naik satu peringkat SMP"
Teman : (tertawa) "kena berapa kemaren ?"
Bapak : "Dua juta setengah. Sekolah jaman sekarang mahal2"
Aku terdiam. Biaya masuk STM dua juta setengah, dan bapak itu bilang mahal ? Aku langsung teringat salah satu teman baikku yang kapan hari beli tas LV yang harganya paling murah 14-15 juta. Langsung teringat bahwa biaya masuk TK anakku sudah satu juta tujuh ratus ribu.
Betapa ya, roda kehidupan ini berputar. Ada yang di atas ada yang di bawah. Dua juta setengah buat beberapa orang hanyalah uang kecil yang bisa habis dalam hitungan jam, tapi buat si bapak tadi mungkin untuk mendapatkan uang sebanyak itu harus kerja dari pagi-malam bahkan mungkin masih hutang sana-sini.
Cerita2 yang menyentuh seperti itu yang kadang membuatku selalu ingat bahwa di sekitar kita masih banyak orang2 lain yang susah, yang membuatku selalu bersyukur diberi kemudahan rejeki. Juga aku mendapat pelajaran banyak, semangat si Bapak tadi yang tidak mau anaknya menjadi seperti dia.Dalam hati aku berdoa semoga anaknya kelak mengerti perjuangan orang tuanya untuk memberikan yang
terbaik.
Anyway,buat yang belum pernah naik angkot, cobalah sesekali dan nikmatilah. Memang tidak menyenangkan pada awalnya, sumpek, bau keringat orang lain. Tapi kita akan belajar banyak dari sana.
Oh, well.
Teman2ku suka pada kasian ngeliat aku tiap hari harus naik turun angkutan umum. Pernah saking kasiannya, pas aku lagi hamil anak pertama, ada seorang teman yang rela menjemputku pulang kerja dan mengantarku pulang sampai rumah dengan selamat tak kurang apa.
Padahal naik angkutan umum itu menyenangkan lho. Banyak cerita2 lucu, sedih atau mengharukan setiap harinya. Aku kadang suka senyum2 sendiri kalo mendengar siswi2 SMP atau SMA saling curhat mengenai teman kelas yang disukainya atau tentang guru2 yang menyebalkan, juga tentang rencana bolos sekolah.
Lain hari, ada seorang bapak yang mengeluh ke temannya mengenai biaya masuk STM (setara SMA) yang mahal. Tidak bermaksud menguping tapi kurang lebih begini percakapannya :
Bapak : "Aku barusan bayar sekolah anakku yang besar,langsung klenger"
Teman : "Masuk sekolah apa ?"
Bapak : "STM. Maunya sampai SMP saja, tapi nggak aku kasih. Biarpun aku harus banting tulang cari
duit untuk biaya masuk sekolah, gak papa. Yang penting anakku sekolah. Mosok bapaknya cuma lulusan SD, anaknya juga cuma naik satu peringkat SMP"
Teman : (tertawa) "kena berapa kemaren ?"
Bapak : "Dua juta setengah. Sekolah jaman sekarang mahal2"
Aku terdiam. Biaya masuk STM dua juta setengah, dan bapak itu bilang mahal ? Aku langsung teringat salah satu teman baikku yang kapan hari beli tas LV yang harganya paling murah 14-15 juta. Langsung teringat bahwa biaya masuk TK anakku sudah satu juta tujuh ratus ribu.
Betapa ya, roda kehidupan ini berputar. Ada yang di atas ada yang di bawah. Dua juta setengah buat beberapa orang hanyalah uang kecil yang bisa habis dalam hitungan jam, tapi buat si bapak tadi mungkin untuk mendapatkan uang sebanyak itu harus kerja dari pagi-malam bahkan mungkin masih hutang sana-sini.
Cerita2 yang menyentuh seperti itu yang kadang membuatku selalu ingat bahwa di sekitar kita masih banyak orang2 lain yang susah, yang membuatku selalu bersyukur diberi kemudahan rejeki. Juga aku mendapat pelajaran banyak, semangat si Bapak tadi yang tidak mau anaknya menjadi seperti dia.Dalam hati aku berdoa semoga anaknya kelak mengerti perjuangan orang tuanya untuk memberikan yang
terbaik.
Anyway,buat yang belum pernah naik angkot, cobalah sesekali dan nikmatilah. Memang tidak menyenangkan pada awalnya, sumpek, bau keringat orang lain. Tapi kita akan belajar banyak dari sana.
29 June 2010
Beberapa hari kemaren
Doohhh....blognya jamuran udah gak pernah dijenguk ma pemiliknya, kekekke.
Ya jadi karena kerjaan lagi padat2nya, gak padat banget sih sebenernya, cuma lagi blogging blue aja aka lagi punya kerjaan baru yang bikin hidup lebih hidup. Apa sih coba.
Oke then, banyak hal baru yang bikin hatiku bahagia. Apakah itu ?
Bulan ini daku dapat arisan 2 kali ! *ibu2 banget deh* arisan RT dan arisan gank. Lumayan sih dapatnya, diatas 1 jt. Tapi ya gitu deh, duitnya sudah habis entah kemana. Ajak anak2 jalan, makan, belanja2. Rencana menabung jadi kabur lagi deh. Apalagi rencana melunasi dunia per-hutangan... :(
Trusss...daku nemu salon baru deket rumah yang khusus cewe. Gara2 udah kebelet potong rambut, ya sutra dicoba salon deket rumah itu. Eh lha kok lumayan. Mana murah pula. Ah, jadi menghayal mau creambath, mau facial dan mau menipedi. *kapaan yaaa...*
Jumat ini ambil cuti, mo ajak anak2 ke kantor. Si kakak penasaran dengan kantor ibunya. Pas tahu mo diajak ke kantor senengnya minta ampun. Tunggu nak sampe kau dewasa dan kerja kantoran sendiri, dijamin akan bosen sebosen2nya setelah 1 tahun kerja. Bukan begitu sodara2 ?
Ah, ya sutra lah. Besok kalo gak lupa daku pajang hasil eksperimen dapur.
PS. Kelupaan ! Eclipse mo main neh, tadi pagi liat di koran bentar lagi premiere...duh duh...can't hardly wait.
Ya jadi karena kerjaan lagi padat2nya, gak padat banget sih sebenernya, cuma lagi blogging blue aja aka lagi punya kerjaan baru yang bikin hidup lebih hidup. Apa sih coba.
Oke then, banyak hal baru yang bikin hatiku bahagia. Apakah itu ?
Bulan ini daku dapat arisan 2 kali ! *ibu2 banget deh* arisan RT dan arisan gank. Lumayan sih dapatnya, diatas 1 jt. Tapi ya gitu deh, duitnya sudah habis entah kemana. Ajak anak2 jalan, makan, belanja2. Rencana menabung jadi kabur lagi deh. Apalagi rencana melunasi dunia per-hutangan... :(
Trusss...daku nemu salon baru deket rumah yang khusus cewe. Gara2 udah kebelet potong rambut, ya sutra dicoba salon deket rumah itu. Eh lha kok lumayan. Mana murah pula. Ah, jadi menghayal mau creambath, mau facial dan mau menipedi. *kapaan yaaa...*
Jumat ini ambil cuti, mo ajak anak2 ke kantor. Si kakak penasaran dengan kantor ibunya. Pas tahu mo diajak ke kantor senengnya minta ampun. Tunggu nak sampe kau dewasa dan kerja kantoran sendiri, dijamin akan bosen sebosen2nya setelah 1 tahun kerja. Bukan begitu sodara2 ?
Ah, ya sutra lah. Besok kalo gak lupa daku pajang hasil eksperimen dapur.
PS. Kelupaan ! Eclipse mo main neh, tadi pagi liat di koran bentar lagi premiere...duh duh...can't hardly wait.
27 May 2010
My bowls
Jadi ceritanya kemaren anter temen ke Matahari Dept Store buat beli wajanh teflon yang lagi sale 50%. Eh lha kok ada mangkuk2 lucu juga lagi sale, 50% + 20%. Setelah tanya Mba pramuniaganya, sebiji jatuhnya 9000-an something, langsung minta 4 mangkuk untuk dimasukin tas belanjaan. Daku pilih 4 warna yang berbeda alias satu seri. Total bayarnya, Rp. 39.900,-. Hmmm...mahal atau murah sih ? Kayaknya sih murah ya, secara biasanya aku beli mangkuk di Suzana itu sebijinya 28 rebu... :((
Subscribe to:
Posts (Atom)