03 December 2011

Muffin Tape Keju


Teman baikku dengan sangat dermawannya mengirimi tepung muffin satu kilogram ke rumah. kabarnya tepung muffin ini yang biasa dipake oleh Breadtalk. Entahlah benar tidaknya, yang jelas tepung ini sangat membantuku untuk bikin muffin cepat saji, cocok untuk ngeteh sore2 ataupun buat bekal sekolah anak2.

Baru dua kali nyobain bikin muffin pake tepung ini. Pertama bikin muffin plain, alias asli rasa tepungnya, cuma divariasi dg isian selai blueberry, atau coklat. Rasanya enak, teksturenya empuk walo sampe besoknya. Cuma daku kok rasanya lebih cucok kalo dikasih rasa2 yang lebih tasty, seperti tape, pisang atau durian. Akhirnya percobaan kedua kukasih tape & parutan keju. Hasilnya mantap banget, anak2 yang biasanya menolak aneka makianan berbau tape langsung lahap.

Abis posting ini, mo bikin yang versi coklat, dengan filling kismis, trus ditoping dg cocochip dan coklat leleh...hmmm...mudah2an enak yaaa...

25 October 2011

Donut Kentang


Yak, ini postingan beruntun...mumpung mampu menulis tanpa gangguan, baik gangguan external (the kids and housewife-ing) ataupun internal (no mood).

Sesuai judul (ya ampunnn kok judul sih ya...), kapan hari daku dibisiki si kakak :

"Ma, sebenernya kakak pengen donut dibikinkan mama"

Well, to be honest emang kakak sudah beerulangkali minta dibuatkan donut, tapi apa daya mood baking seakan menghilang pas daku mulai stay at home. Lah gimana enggak, siang ngeloni anak2 yang berlanjut daku sendiri ikut tidur sampe sore, bangun sore2 trus langsung ngurusi anak2 dan suami pulang kerja. Akhirnya adanya cuma baca resepnya doang tanpa action apa2.

Tapi demi mendengar bisikan anak gadisku yang gede, kubulatkan tekad nan kuat untuk bikin donut. Apalagi ditunjang daku ada cetakan donut berbentuk hati dan bunga yang belum diberdayakan...hehheh...

Sejujurnya dulu aku sudah sering bikin donut kentang ini, tapi gak pernah diposting lantaran tiada foto yang menunjang untuk diupload. Ntar dikira daku boong lagi bikin donut ini hehheh...

Daku pakai resep dari web ncc ya...udah cocok dengan resepnya, hasilnya okeh banget dan rasa manisnya pun pas. Entah kenapa kali ini teksture donutnya bagus banget...hasil jadinya lembuttt...lebih lembut dari biasanya.

Oya, yang kemaren bikin ini gak aku kasih toping apapun, palingan taburan gula donut aja. Abis dimakan plain gitu udah enak banget..

Baca kalimat terakhinya ajaa...hehheh...

Eh..eh...kalo males baca, coba baca kalimat terakhir aja di post yang ini :D


It's 3 am here..

Beginilah kalo tidur kecepeten, malam2 jam 1 kebangun, gak bisa tidur lagi. Abis sholat malam trus langsung melalang buana ke dunia maya. Trus kepikir untuk update blog yang sudah lama tersentuh.

Well, bener banget jika ada yang mengatakan menjadi ibu rumah tangga itu jauhhh lebih sibuk dibanding menjalani profesi yang lain. Dari pagi sampai malam gak berhenti kerjanya. Salut dengan para wanita yang stay at home :-)

Beberapa minggu setelah resign, tepatnya abis lebaran, kakak iparku nawari untuk join kerja di Manulife Financial. Pada tau kan perusahaan apa itu ? Ya bener, perusahaan asuransi. Training 3 hari, lanjut ujian, dan lanjut selling dong tentunya...

Enaknya, gak perlu ngantor tiap hari, bisa dikerjakan dari rumah. Kalo mau ngantor ya ngantor, itupun paling hanya beberapa jam. Yang jelas, daku bisa ngatur waktu dengan anak2, malahan kayaknya tetep lebih banyak waktu dg anak2 dibanding jualannya....hehheh...

Tentu dong ya suamiku mendukung, jika beliau tidak mendukung, pastilah daku juga gak akan di bisnis ini. Goalku bukan yang muluk2 kok, aku cuma pengen tetap terconnect dengan dunia luar dalam konteks kerja yang akan mengasah otakku untuk tetap berpikir. Jadi gak ngoyo lah ya. Itung2 belajar untuk menjadi pengusaha ;-) Plus membantu teman atau sodara untuk sadar akan pentingnya asuransi.

Btw, sudah punya asuransi belom ?? :-D

25 August 2011

Stay at home

Akhirnya setelah sekian lama kerja kantoran, mulai besok sudah gak ngantor lagi...wekekkeek...

Ya sodara2, daku memutuskan untuk stay at home ngurus anak2 di rumah. Sebenernya niat ini sudah lamaaa sekali, sejak 3 tahun yang lalu. Apa daya masih banyak tanggungan sana sini sehingga baru hari ini niat itu terwujud.

Berat-kah meninggalkan dunia kerja? Jawabanku :enggak tuh...:D

Gini loh, daku ini sudah kerja sejak lulus kuliah, sudah 12 tahunan lebih. Mungkin belum seberapa dibanding yang lain yang masa kerjanya puluhan tahun. Tapi,daku sudah puasss kerja sekian lama itu. Puas mengaplikasikan pendidikanku, puas ngerasain hasil keringat sendiri, puas ngemall siang2...hihihi...

Ada hal lain yang perlu diperhatikan sekarang, yaitu anak-anak. Mereka adalah tujuan hidupku sekarang, membesarkan dan mendidik mereka dengan baik, in so many ways.

Banyak hal yang akan berubah,terutama dalam sisi finansial. Mulai harus berhemat, harus bisa mengatur keuangan dengan lebih baik lagi. Itu adalah konsekuensi dari sebuah pilihan. Kenyamanan yang selama ini kudapatkan akan berkurang, tapi kenikmatan yang lain akan lebih kudapatkan yaitu bisa meluk anak2 setiap saat. Dan yang jelas mereka akan lebih bahagia dengan adanya ibunya di rumah.

So, my new journey has just begin. I believe this is the best for me.

10 August 2011

Harry Potter and The Deadly Hallows (2)


Thrilling, powerfully acted, and visually dazzling, Deathly Hallows Part II brings the Harry Potter franchise to a satisfying -- and suitably magical -- conclusion.

Boy, how I love this movie so much, not because I read the book, but it was also amazing visualization. I follow the series, either the book and movie version from the very beginning. Both were pleasure me like a water in the desert. I just love it. Awesome.

I always thought, how can be a human wrote this amazing story, like a real ? Please do explain.

It was also very touching. For me at least. In the last scene, I couldn't help my tears, kind of emotional things around me. Now, I can understand why Emma Watson was crying in the premiere couple months ago.

For those who love the fiction, this one is certainly highly recommended.

14 July 2011

Beberapa hari yang lalu

Duhhh...blog ini bener2 tidak produktif, wekekke...
Ya harap maklumlah pemiliknya lagi sibuk, atau tepatnya sok sibuk.. :D eh, enggak ding.

Gini lho, beberapa bulan minggu terakhir, daku emang mengurangi acara baking di rumah. Karena apa ? Karena alergi anak2 mulai bermunculan lagi (baca : dermatitis atopic), terutama dedek Rasti. Dedek Rasti ini adalah pelanggan setiaku, setiap daku bikin kue, pasti lahap makannya. Kesian banget lho, di belakang dengkulnya, bagian lipatan itu muncul merah2 yang pasti gatel rasanya secara dia suka garuk2 bagian situ. Sudah dibawa ke dokter kulit sih, ya gitu deh...namanya alergi kan gak bisa disembuhkan, hanya bisa dicegah.

Akhirnya daku mengurangi konsumsi telor, ayam, dan dairy product. Otomatis baking agak2 tersendat. Sebenernya masih baking dikit2 sih, cuma ya bakingnya yang gampang2 (baca : yg gak gitu banyak telor & dairy productnya), dan kejar2an dengan waktu. Nah, ujung2nya males transfer hasil dapur ke blog, hehhe...secara juga daku belom tahu caranya mindah foto di BB ke PC gimana ya ? hiks, anyone knows ? :(

Padahal banyak banget cerita non baking, baik cerita hepi maupun sedih yang perlu wadah untuk menampungnya. Nanti deh ya kapan2 daku tulis secara terpisah. #ini soalnya udah mo jam pulang kantor jek :D

20 June 2011

Antara daku & Blackberry

Duluuuuuu sekali, jaman Blackberry (BB) masih baru masuk Indo, semua berlomba-lomba untuk punya BB. Apalagi setelah harga BB makin hari makin turun, makin banyaaaaak peminatnya. Tapi tidak dengan diriku saat itu.

Setelah beberapa sahabatku (bahkan hampir semuanya) memiliki BB, mereka mulai memprovokasi agar daku segera memilikinya juga. Dengan rayuan bahkan iming2, sekarang harga BB muraaah dan bisa cicil setahun sebulan cuma seratus ribu something.

Ya ya ya...

Bukannya daku tidak pengen, tapi daku belum melihat ada perlunya punya BB. Pertama, daku kerja di perusahaan penyedia jasa internet dimana internet di kantor itu unlimited dan sampai bosen internetan dari pagi sampai sore. Kedua, daku kalo sudah di rumah tidak pernah menyentuh HP. Bukan apa2, sudah gak sempat sms-an atau balas sms, sudah heboh dengan anak2. Waktu bersama anak2 kan hanya ada pagi sebelum daku berangkat kerja, dan malam setelah daku pulang kerja (minus sabtu & minggu ya). Dan yang ketiga adalah karena suamiku belum mengijinkan.

Setahun dua tahun berlalu...

Semua berawal dari asisten di rumah ngeluh bahwa keluarganya di rumah sulit dihubungi. HP yang biasa digunakan di rumah rusak, sehingga musti minjem telpon tetangganya. Trus dia tanya : "HP ibu gak dijual ? Saya mau gantiin"

Hah ?! HP bobrok gini mau dibeli ?

Setelah bicara dengan suami, belum ada keputusan apakah boleh ganti HP. Trus suatu saat pas lagi jalan ke Plaza Marina, suamiku bilang : "Mi, coba tanya2 BB yang paling murah seri apa dan harganya berapa ?"

Hah ?! gak salah neh ?

Singkat cerita, suami mengijinkan daku memiliki BB, dengan alasan bahwa HP yang sekarang biar digantiin oleh asisten, juga karena sebentar lagi daklu bakal stay at home, jadi biar daku tetap terkoneksi dengan tehnologi dan teman2. Sebenernya niatnya mau dikasihkan aja, tp berhubung ada 2 asisten di rumah, takutnya yang satu ngiri atau apalah, jadi tetep pake sistem bayar, biar adil.

Dan daku ngerasa biasa aja tuh, gak ada bedanya pakai BB atau gak pake BB. Karena begitu nyampe rumah, BB tetap ada di tas, dan acara heboh mengurus anak tetep berlanjut :))

Nah, segala sesuatu memang indah pada waktunya.